Slider

Bagaimana Cara Membangun BPM untuk Startup?

8 April 2021 - Tarmat Setiawan

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah perusahaan rintisan di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan startup rank, Indonesia memiliki hampir 2085 startup. Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat 5, setelah Kanada (2497), Inggris (4,914), India (6,244) dan Amerika Serikat (46,649).

Banyak jumlah startup di Indonesia juga membuat para ahli memprediksi Indonesia dapat jadi salah satu kontributor utama pasar ekonomi digital Asia Tenggara, dengan perkiraan kontribusi mencapai hampir 50% gross merchandise value (GMV) ekonomi digital.

Sayangnya meski jumlahnya terus meningkat, ada banyak juga startup yang terpaksa tutup lebih dini. Ada banyak alasan yang melatarbelakanginya. Berdasarkan laporan CBInsights, salah satunya adalah startup kehabisan dana. Selain itu, para founder juga kurang mempertimbangkan kompetitor. Akibatnya mereka kesulitan bersaing dan tidak mampu meraih banyak pelanggan.

Padahal masalah-masalah barusan bisa disiasati dengan memakai sistem BPM. Sebab pada implementasinya, BPM dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan sistem teknologi. Lebih dari itu, sistem BPM juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, yang tentu dapat menjadi unique selling point startup.

Sayangnya, masih banyak pemilik bisnis startup beranggapan bahwa sistem BPM itu besar, mahal, terlalu kompleks dan hanya untuk perusahaan besar.

Persepsi-persepsi itu tidak sepenuhnya benar. Semua perusahaan, terlepas dari ukuran perusahaan mereka, harus khawatir tentang bagaimana mengelola proses bisnis mereka untuk memprioritaskan pertumbuhan.

Sebab dengan menunda implementasi sistem BPM hingga perusahaan “cukup besar”, mungkin berakhir dengan tidak memberikan perubahan kondisi yang diperlukan untuk menjadi cukup besar.

 

Lalu bagaimana cara membangun BPM dalam startup?

  1. Hal yang pertama coba petakan proses bisnis yang sudah Anda miliki. Perhatikan pola proses yang muncul serta hambatan umum.
  2. Setelahnya cari akar penyebab pada BPM. Catat juga kelebihan dan kekurangan kemampuan BPM Anda saat ini, sehingga Anda hanya berinvestasi pada teknologi guna menambal kekurangan BPM.
  3. Go mobile. cari tahu apakah teknologi seluler dan cloud, termasuk aplikasi seluler, yang dapat memberikan solusi untuk kebutuhan Anda saat ini dan membantu pemilik bisnis dan staf bisa berinteraksi dalam proses BPM Anda.
  4. Bangun optimasi yang real time. Anda dapat mengadopsi program-program yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perubahan secara real time. Ingat BPM bukan proyek "satu kali dan selesai". BPM yang berhasil membutuhkan upaya lintas fungsi yang berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan.

Sekarang sudah siapkah Anda untuk membangun dan mengimplementasikan BPM pada startup Anda?

Questions? We’ve got answers.

You don’t learn everything in life by reading a manual. So, if you have questions about iSystem Asia products, services, implementation, or anything else, please reach out. Our representative is ready to help.

 

Request for presentation, call our Account Manager.
Ph: +62 21-7883 3022/7883 8714
Email: lissa@i-systemasia.com

 

About Author

Tarmat Setiawan

Professional experiences in the IT, CRM, CX, marketing and sales. Various industries background, include: Airlines, Telecommunication, Financial Services, Socialpreneur, Construction, Consulting Services to Government Agency, Automotive, and Agribusiness.

Specialties:
- Customer Relationship Management (CRM)
- Partner Relationship Management (PRM)
- Customer Experience Management (CX)
- Business Process Management (BPM) & Automation
- Low-Code/No-Code enthusiast

Holistic CRM-CX-BPM project delivery approach: strategy - people – process – technology.
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Youtube
  • Instagram