Slider

Ketika Prilaku Konsumen Berevolusi

30 November 2017 - Aina Neva Fiati SE, CCP, PCRM

Perkembangan teknologi digital ternyata cukup berperan dalam mengubah masyarakat dunia. Termasuk pada bidang pemasaran dalam hal perubahan prilaku konsumen. Ada tren pelan tapi pasti prilaku konsumen berevolusi.

Perilaku dalam hal ketika melakukan proses pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta ketika melakukan evaluasi pembelian. Hal ini dipicu meningkatnya jumlah pengguna teknologi dan layanan digital.

Salah satu manajer investasi asal Amerika Serikat Bill Gross menganalisis tren prilaku konsumen berkaca dari keberhasilan dan kegagalan 100 startup company selama 20 tahun. Banyak hal yang menjadi kunci sukses perusahaan-perusahaan tersebut.

Pertama adalah ketepatan waktu (timing) dalam menawarkan produk atau jasa. Timing di sini adalah menyangkut tingkat kebutuhan waktu yang berubah. Saat ini masyarakat seolah “kehilangan waktu” untuk mengunjungi langsung tempat yang memasarkan dan menjual produk yang diinginkannya.

Pada tren digital, konsumen menginginkan segala sesuatu yang serba instan. Tren serba cepat, serba mudah, baik dari segi pembelian maupun pembayaran selain itu terjangkaunya harga produk.

Kedua, melayani prilaku yang berfokus pada pengalaman. Pengalaman konsumen digambarkan dengan beragam suasana. Seperti “suasana” menenangkan saat nongkrong di kafe usai jam kerja sambil minum kopi beraroma sedap yang menenangkan dilengkapi suasana ambiens musik dan interior yang nyaman.

Atau ngobrol hangat bersama sahabat atau kolega di tengah radiasi layar laptop, angka, grafis, dan pola komunikasi serba digital. Inilah yang disebut konsumen sebagai pengalaman. Konsumen ingin seluruh indra-nya terstimultan dengan baik.

Ketiga memahami sikap kritis dan prilaku cepat berbagi. Konsumen berharap mendapatkan tanggapan, baik itu berupa kepuasan terhadap produk maupun kekecewaan terhadap layanan atau produk yang ditawarkan. Konsumen akan langsung berbagi.

Berkaca dari situasi ini, kita akan terus tertantang agar bisa cepat beradaptasi. Mulai dari mengatur kebutuhan sumber daya manusia, manajemen data, infrastruktur teknologi, konektivitas, dan membangun sistem Customer Relationship Management (CRM) yang inovatif.

Tentu saja situasi bagaimanapun pada prinsipnya pemasaran adalah hubungan baik. Hubungan baik yang tercipta dari interaksi dan dialog terus menerus tanpa lelah. Di tengah perubahan prilaku, toh tetap saja ada kebutuhan saling kerjasama dan ketergantungan. Inilah peluang bagi kita…

About Author

Aina Neva Fiati SE, CCP, PCRM

Managing Director of iSystem Asia/PT Inter Sistem Asia, Management & IT consulting company, specializing in CRM & Business Process Management.

More than 20 years professional experiences in the IT, CRM, sales & marketing and business development from the ground up-starting with the very start-up phases all the way to the managerial phases. Various industries background, include: IT, manufacture, telecommunication, financial services.
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Youtube
  • Instagram